Jaringan Komputer jaringan komputer adalah kelompok komputer yang saling terhubung satu sama lain, memungkinkan untuk saling berkomunikasi serta berbagi sumber daya dan informasi. Temukan kumpulan artikel jaringan komputer dalam Bahasa Indonesia di sini!

18Aug/11

Cara Mudah Pindah Server dan Migrasi Cacti

Beberapa minggu lalu salah seorang client mengalami masalah dengan Server Cactinya, yang kebetulan dulu instalasinya saya bantu. Karena pusing dan sebelumnya masih menggunakan server virtual dengan VMWare, sang client meminta saya untuk sekalian memindahkan cactinya ke server yang baru saja dibelinya, sehingga untuk selanjutnya cacti tidak lagi berjalan di server virtual.

Sebenarnya cacti tidak masalah jika diinstall di server virtual. Selain memang SNMP tidak membutuhkan resource besar, aplikasi Web Server yang digunakan pun saya lihat masih bisa dihandle dengan baik oleh VMWare karena CPU dan memory usage masih terhitung kecil. Berbeda dengan webserver untuk hosting yang memerlukan hardware dahsyat, webserver untuk cacti di Internet Service Provider (ISP) seperti client saya wajar jika tidak memakan banyak resource karena memang yang mengakses webnya hanya tim NOC yang jumlahnya segitu-segitu saja.

Seharusnya semua langkah berikut cocok digunakan di distro manapun. Kebetulan server lama menggunakan Debian 5 (Lenny) dan server baru akan menggunakan Ubuntu Server 10.04 LTS (Lucid Lynx), namun teman yang ber-RHEL juga melalui langkah yang sama kok. Berbekal masukan dari beberapa teman mengenai migrasi Cacti, sebenarnya mudah kok. Secara garis besar hanya ada 4 tahap:

  1. Instalasi cacti di server baru
  2. Matikan poller (matikan cacti) di kedua server
  3. Dump database dan file-file RRD di server lama
  4. Restore database dan file-file RRD di server baru
  5. Aktifkan poller (aktifkan cacti kembali) di server baru
  6. Aktivasi cacti di server baru via web browser dengan mode Upgrade

Oh ternyata ada 6 tahapan ya, hehehehe. Terlihat susah? Mudah kok sebenarnya. Mari kita mulai dari langkah pertama, silakan ikuti langkah-langkah instalasi server cacti di tulisan saya sebelumnya : Instalasi Cacti Paling Mudah dengan Distro Ubuntu

Kelar instalasi, segera matikan cacti di kedua server agar database dan RRD tidak corrupt selama proses pemindahan. Caranya dengan menambahkan tanda pagar/tagar ( # ) di depan baris perintah poller dalam file /etc/cron.d/cacti

Sebelumnya : */5 * * * * www-data php /usr/share/cacti/site/poller.php >/dev/null 2>/var/log/cacti/poller-error.log

Ubah jadi : # */5 * * * * www-data php /usr/share/cacti/site/poller.php >/dev/null 2>/var/log/cacti/poller-error.log

Jangan lupa untuk menyimpan kembali file cron tersebut setelah diedit. Setelah cacti kita hentikan aktivitasnya, kini saatnya kita pindahkan data cacti dari server lama ke server baru.

Di server yang lama, gunakan perintah berikut untuk mengeluarkan isi database cacti

mysqldump cacti > cacti.sql

Pindahkan file cacti.sql dari server lama ke server baru, bisa dengan SCP, SFTP, FTP, atau menggunakan flashdisk. Kemudian di server yang baru, gunakan perintah berikut untuk memasukkan isi database dari file yang baru saja kita pindahkan tadi

mysql cacti < ~/cacti.sql

Database sudah pindah, kini saatnya kita pindahkan file-file RRD yang jumlahnya bisa jutaan bergantung banyaknya perangkat yang dimonitor oleh cacti. Secara default, cacti menyimpan file RRD pada directory /var/lib/cacti/rra

Agar dapat dipindahkan, file-file RRD tersebut sebelumnya harus kita convert dulu menjadi file XML. Untuk menghemat waktu, gunakan perintah ini

cd /var/lib/cacti/ra
ls -1 *.rrd | awk '{print "rrdtool dump "$1" > "$1".xml"}' | sh -x

Hasilnya, akan muncul milyaran file XML yang siap dipindahkan. Eits, capek donk kalo harus copy satu persatu. Lebih baik kumpulkan dalam 1 file terkompres saja, baru kemudian dipindahkan.

Gunakan perintah ini untuk mengompres jadi 1 file

tar -czvf rrd.tgz *.rrd.xml

Barulah kemudian copy file rrd.tgz dari server lama ke server baru. Setelah dipindahkan, jangan lupa di-extract lagi lalu ubah file xml menjadi RRD kembali di server baru serta sesuaikan file permission dengan perintah chown.

mv rrd.tgz /var/lib/cacti/rra
cd /var/lib/cacti/rra
tar -xzvf rrd.tgz
ls -1 *.rrd.xml | sed 's/\.xml//' | awk '{print "rrdtool restore "$1".xml "$1}' | sh -x
chown www-data:www-data *.rrd

Selesailah proses pemindahan ini, kini kita bisa mengaktifkan cacti di server baru kembali. Caranya dengan menghilangkan tanda pagar/tagar ( # ) yang kita tambahkan saat mematikan cacti.

Kini semua sudah selesai, tinggal langkah terakhir yaitu aktivasi via web browser. Caranya seperti biasa, arahkan web browser ke server cacti, misalnya http://10.10.10.10/cacti sehingga muncul wizard.

Wizard pertama, klik Next saja. Selanjutnya, pilih UPGRADE pada drop-down menu di wizard kedua, lalu klik Next dan Finish pada layar berikutnya, sehingga akan muncul jendela login ke cacti seperti biasa.

Setelah login, cek semua graph yang dimonitor. Jika semuanya terlihat normal, selamat! Migrasi aplikasi cacti dari server lama ke server baru sudah berhasil :D

Tulisan Terkait:

Comments (0) Trackbacks (0)

Leave a comment

(required)


No trackbacks yet.